Kamis, 27 September 2012

Pemuda Penangkap Khadafi Diculik dan Disiksa

VIVAnews - Pemuda pejuang Libya, yang menemukan dan menangkap Moammar Khadafi tahun lalu, bernasib tragis. Dia diculik dan disiksa oleh para loyalis Khadafi. Pemuda ini akhirnya tewas setelah menjalani perawatan atas luka-lukanya yang parah di Prancis.

Omran Shaaban, berjasa dalam revolusi Libya setelah dia menemukan dan menangkap Khadafi yang bersembunyi di selokan tahun lalu. Berkat pemuda 22 tahun ini, revolusi berdarah Libya berakhir dengan kematian diktator yang telah memimpin selama 42 tahun tersebut.

Diberitakan Daily Mail, Rabu 26 September 2012, Shaaban dan ketiga kawannya diculik di wilayah el-Shimekh, Misrata,  saat pulang berlibur Juli lalu. Keempat pemuda ini kemudian disekap di sebuah tempat di Bani Walid, basis pertahanan militan loyalis Khadafi.

Menurut laporan keluarganya, Shaaban dan keempat kawannya terlibat baku tembak sebelum diculik. Dua peluru mengenai Shaaban yang membuatnya lumpuh dari pinggang ke kaki. Kongres Nasional Libya yang baru terpilih langsung memerintahkan polisi dan tentara untuk mencari Omran dan kawannya yang diculik, bila perlu pakai kekerasan.

Shaaban baru bisa dibebaskan setelah Presiden Libya Mohammed el-Megarif mengunjungi Bani Walid pada awal pekan ini. Menurut kakaknya, Abdullah Shaaban, adiknya diselamatkan dalam keadaan kurus kering dan hampir tidak sadarkan diri.

"Jelas terlihat bahwa dia dipukuli parah. Dadanya penuh luka silet. Wajahnya berubah, dia bukan lagi adik yang saya kenal," kata Abdullah.

Shaaban lalu diterbangkan ke Prancis untuk menjalani perawatan. Namun, nyawanya tidak tertolong lagi. Pada Rabu, lebih dari 10.000 orang menghadiri pemakamannya dan turut menyolatkannya. Saking banyaknya orang, solat jenazah harus dilakukan di lapangan bola.

Balas Dendam

Pasca kematian Shaaban, ratusan massa di Tripoli mendatangi kantor Kongres Nasional. Mereka menuntut pemerintah untuk membalas dendam atas kematiannya. Namun, menyerbu Bani Walid bukan perkara mudah.

Di wilayah ini, masih tersimpan artileri dan amunisi sisa-sisa perang saudara tahun lalu. Selain itu, di Bani Walid nama Khadafi masih diagungkan. Di acara-acara perkawinan dan kumpul pemuda, foto Khadafi masih dipajang dan rekaman pidato Kadafi diperdengarkan.

Keluarga Shaaban dan warga Misrata mengatakan akan tetap berjuang membumihanguskan Bani Walid jika pemerintah tidak turun tangan. "Jika pemerintah tidak masuk, kami yang akan masuk.

Selama ini kami telah bersabar. Tapi sabar kami ada batasnya," kata kakak tertua Shaaban, Walid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar